blog visitors

Extravaganza 4 (Lomba Business Plan dan Karya Sastra)


Kabar gembira buat kalian yang suka nulis atau mempunyai hobby dibidang keirausahaan, pasalnya tahun ini BEM FEM (Fakultas Ekonomi dan Manajemen) Institut Pertanian Bogor (IPB), kembali mengadakan Extravaganza 4, yang mana tahun ini nih temen-temen,Lomba ini merupakan salah satu lomba terbesar sekaligus salah satu acara ternama Di IPB nih, jadi yang mau ikut langsung aja yah, daftarkan dirimu, ini lomba tingkat nasional  yang





total hadiahnya sampai Rp20,25 juta,kebayang nggak tuh uang segitu hanya gara-gara ikut lomba business plan atau kalian-kalian ingin ikut lomba sepenanya, ada lomba tulis cerpen dan cipta puisi nih temen-temen. Lumayan kan untuk tabungan sekolah ataupun kuliah nantinya, so ?? tunggu apalagi ,ayo daftarkan segera dirimu di Extravaganza IPB, lomba sepena atau bisnis plan yah ??




untuk daftar dan persyaratannya, langsung aja klik link diatas, semoga membantu dan semoga juara, good luck yah sastrawan Indonesia dan wirausahawan Indonesia, jadikan bangsa ini bangga dengan karyamu.


Taman wisata alam Kapuk bersama kompaskampus dan Tupperware (Ayo tanam mangrove !!!)

Green living and youth creativity, merupakan salah satu event dari Kompas kampus bekerjasama dengan Tupperware, kali ini mengajak teman-teman dari 10 universitas terbaik indonesia yang berhasil membuat rangkaian acar Green Living and Youth Culture dikampus masing-masing, setelah sebalumnya diadakan seleksi dengan total 250 proposal yang masuk untuk mengajukan perguruan tingginya masing-masing, mereka yang berhasil lolos antara lain dari kampus : IPB, UNIBRAW, UI, UNIMED, PPNS, UNPAD, UNHAS, UNSOED, UNS, dan UNDIP.








Perjuangan melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan alam sangat tercermin  dalam event kompaskampus ini. Kompaskampus telah mewadahi inspirasi bagi segenap mahasiswa-mahasiswa indonesia yang tergerak hatinya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tercermin pada kegiatan penanaman mangrove oleh masing-masing perwakilan dari 10 perguruan tinggi negeri yang terpilih.



Perjalanan dari Cibubur, camp mahasiswa berkumpul menuju muara angke akapuk tebayar sudah, kelelahan selama diperjalanan sirna seketika saat melihat keindahan alam di taman wisata alam muara angke kapuk. Para perwakilan kemudian bersiap-siap untuk turun langsung diarea penanaman mangrove.

"Mangrove ini sangat berguna untuk menahan laju air dan gelombang laut yang langsung menuju ke daratan, juga untuk menahan angin laut."
kutipan kata dari bapak Bambang yang merupakan pemilik dari Taman Wisata Alam mangrove Muara angke kapuk, saat sesi bincang-bincang setelah penanaman mangrove oleh peserta.



Bapak bambang sendiri merupakan Alumni mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), dari jurusan Manajemen hutan, akultas Kehutanan. 

Sekilas mengenai taman wisata ini.Awalnya taman wisata ini merupakan areal tambak, kemudian bapak bambang melepas kepemilikan tambak yang hingga saat ini luas dari taman wisata alam mangrove sekitar 99,8 hektar. Didalam kawasan wisata kemudian bapak bambang membangun wahana yang sangat sellaras dengan alam, mulai dari wisata pohon bakau, meliputi, penelitian,pembibitan,penanaman sampai pupuk organik untuk bakau, selanjutnya ada perahu kano untuk menikmati indahnya alam sekitar area wisata dengan melaju diantara pohon bakau yang tumbuh menjulang,Menyaksikan burung dan satwa khas mangrove, kemudian ada wahana permainan anak, terakhir bapak bambang juga menyediakan pondok kemah, bagi para wisatawan yang 
hendak menginap diarea wisata.







untuk Ragam mangrove yang ada didalam wahan saat ini bapak bambang sedang mengelola mangrove jenis Rhizopora dan Avicenia, namaun lebih kanjut bapak bambang menambahkan kalu saat ini ia sedang mengusahakan untuk lebih banyak jenis mangrove, terutama mangrove yang jarang dijumpai di daerah-daerah jawa barat dan jabodetabek. "Saat inisaya sedang mengusahakan untuk magrove dari jawa timur dan jawa tengah, kami telah bekerjasama dengan beberapa pihak untuk pengadaan mangrove ini". 

Tanya jawab antara mahasiswa dan bapak bambang berlanjut, beberapa pertanyaan mahasiswa kemudian dengan lugas dijawab bapak bambang, beberapa diantaranya menanyakan bagaimana siklus hidup mangrove, bagaimana keadaan mangrove indonesia saat ini, dan kemudian ada yang bertanya mengenani regenerasi mangrove dan jarak penanaman yang tepat untuk mangrove, lalu apa yang menginspirasi bapak untuk membuat taman wisata mangrove ?. 

dengan Lugas bapak bambang menerangkan kalau untuk mangrove sendiri, itu awalnya buahnya akan jatuh dari pohon secara alami, kemudian jika tepat tertancap ketanah sekitar 3-4 minggu daun akan muncul, dari situ perkembangan mangrove dimulai, untuk jenisnya, jenis mangrove api-api atau Avicenia akan lebih cepat tumbuh jika dibandingkan dengan rhizopora, selain itu jenis api-api ini juga bisa dimakan,karena bagiannya dalam bentuk kacang, kemudian juga bisa dimanfaatkan sebagai obat, namun untuk itu harus ada penelitian lebih lanjutnya, sahut bapak bambang.


kalau untuk mangrove diindonesia sendiri bapak bambang menyatakan kalau ada lebih dari 20% mangrove rusak sepengetahuannya, kemudian ada 200.000 hektar mangrove rusak didaerah jawa. untuk wilayah Dki sampai sekitarnya lebih lanjut akan ada istilah sapu hijau, yaitu penanaman mangrove  dari pinggir tol sampai lepas pantai,karena mangrove ini memang sangat penting adanya. Dulunya disini cuma ada tambak, dan beberapa jenis ikan, namun sekarang, beberapa satwa dengan indah verkeliaran disekitar taman wisata, burung, biawak dan beragam jenis ikan ada didalamnya.

untuk mangrove sendiri umurnya tergantung habitat disekitarnya, kalu habitatnya bagus, mangrove bisa tumbuh samapai puluhan tahun dan dengan diameter samapi 60 cm, jadi tidak usah takut untuk regenerasinya, selanjutnya untuk jarak tanam yang baik tergantung dari tujuannya, jika mangrove ditanam untuk dijadikan pelindung maka jarak tepatnya 30-50 cm, sedangkan jika ditanam untuk keperluan wisata, jaraknya bisa 70-100 cm, jika mengadaptasi dari tempat wisata ini, karena bapak bambang sendiri,mengadakan perahu kano untuk berkeliling, jadi jarak antara pohon bakau juga hrus disesuaikan dengan perahu kano, agar lebih leluasa nantinya. Kalau persoalan menginspirasi bapak bambang adalah istrinya sendiri, yng teroukau oleh keindahan alam mangrove yang ia lihat, yang kemudian diungkapkan kepada bapak bambang,sampai akhirnya sekarang wisata alam mangrove bisa mencapai luas 99,8 hektar.

para mahasiswa sangat terpukau oleh perjuangan bapak bambang menjaga kelestarian mangrove,mahasiswa IPB seketika bersorak tepuk tangan saat mendengar cerita alumni angkatan 3 fakultas kehutanan ini, terlebih lagi kini taman wisata telah diakui dan mendapat penghargaan langsung dari kementrian indonesia. 

terima kasih pak bambang atas perjuangannya dan terima kasih kompas kampus-Tupperware telah memberi inspirasi yang begitu luar biasa pada kami. (GO Green)

Tata Cara Pemungutan Pajak dan Sistem Pemungutan Pajak

Kali ini daeng akan share tentang tata cara pemungutan pajak dan sistem pemungutan Pajak, kenapa pajak ini sangat penting, karena seperti yang sebelumnya daeng ungkapkan di artikel sebelumnya, pajak ini nantinya akan digunakan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan untunk kepentingan masyarakat.

oke langsung saja kita bahas mengenai 

1. Tata Cara Pemungutan Pajak

untuk tata cara pemungutan pajak sendiri itu ada tiga

- Stelsel Nyata/Riil
 Yaitu pengenaan  pajak didasarkan pada (objek penghasilan nyata) sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak,yakni setelah penghasilan yang sesungguhnya diketahui Kelebihan : pajak dikenakan lebih realistis, Kelemahan : pajak baru dikenakan pada akhir periode

- Stelsel Anggapan
Pengenalan pajak didasarkan pada suatau anggapan yang diatur oleh undang-undang. Kelebihan : pajak dapat dibayar selama tahun berjalan,tan[a harus menunggu sampai akhir tahun. Kelemahan : pajak dibayarkan tidak berdasarkan keadaan sesungguhnya.

- Stelsel Campuran
Pada awla tahun, besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan,kemudian pada akhir tahun pembayaran didasarkan dan disesuaikan dengan keadaan sebenarnya.





2. Sistem Pemungutan Pajak
 
a. Official Assesment system
Suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah/fiskus untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak

ciri-ciri :
a.wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada fiskus
b.wajib pajak bersifat pasif
c.Utang pajak yang timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus


b. Self Assesment System 
suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang pada wajib pajak untuk menentukan sendiri besar pajak yang terutang.

ciri-ciri :
wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada wajib pajak sendiri, wajib pajak aktif, mulai menghitung,menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang, fiskus hanya mengawasi dan tidak campur tangan.

c With Holding System
adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga, bukan foskus dan bukan wajib pajak yang bersangkutan untung menentukan besarnya pajak terutang oleh wajib pajak.

ciri-ciri :
wewenang menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada pihak ketiga


lebih lengkap dapat dilihat mengenai cara pembayarannya di website direktorat jenderal pajak Indonesia

terima kasih,.......

hari gini nggak bayar pajak, apa kata dunia ??

 

Bara Improvement Project (Terimakasih kakak IGLM)

Bara Improvement Project, merupakan suatu bentuk gagasan, untuk mengolah sisa bekas dan sampah yang ada dilingkungan untuk dimanfaatkan kembali, bedanya kali ini kami mengajarkan dan menularkannya kepada pejuang kecil, anak-anak desa babakan raya dramaga.

Antusiasme sangat terlihat dari wajah anak-anak bara saat diajarkan melukis dengan sisa tekstil serta membuat bando dengan sisa kain perca yang ada.



selanjtnya kami mengajarkan teatrikal dengan drama musikal, selingan lagu go green yang terbawa sangat kental dalam teater ini dan sangat dinikmati oleh anak-anak, terlebih lagi alunan ini membawa mereka kealam yang penuh warna dan semangat pantang menyerah tidak takuta pada berton-ton sampah plastik yang menanti.


semua gterasa indah seketika anak-anak ini memamerkan hasil kreasi mereka, mulai dari lukisan, bando sampai hasil teatrikal mereka yang mengundnag takjub penonton, tak ubahnya pemain teater senior pada malam puncak IPB Green Living Movement 3, anak-anak ini nampak begitu menikmati perannya, para orang tua mereka juga sangat terbuka akan acara ini, mereka bangga akan anak-anak






mereka, dan berharap kedepannya ada lebih banyak tawaran dan latihan teatrikal drama anak-anak bara.

Berawal dari sampah, tapi kreasi kami bukan sampah

Sampah Plastik, non organik, oh no.....
mungkin sebagian berpendapat begitu, tapi tidak untuk kami, semuanya masih berguna selama tangan kreatif dan otak yang kami banggkan sebagai anugerah tuhan masih ada, kreatif dan inovatif itu yang menjadi landasan kami berpacu. semua sampah kami kumpulkan kemudian dengan sedkit magic kami ubah menjadi sesuatu yang sangat berguna untuk masyarakat.

sebagian orang beranggapan miring awalnya ketika kami memungut plastik demi plastik, bahkan sebagian menilai kami beralih profesi menjadi tukang pulung, tapi percayalah kawan, seperti kata ripleys Believe it or not ??


 kami ubah itu menjadi sesuatu yang pasti oleh kalian takjub dibuatnya. penasaran bukan ??

nanti kami tampilkan satu contoh hasil kreasi kami. pertama kami kini berusaha membuat bak sampah, semacam bank sampah, yang oleh sebagian anak anak, disebut gudang sampah. kemudian dengan jeli kami bagi menjadi bagian organik dan non organik, untuk yang organik kami ubah menjadi kompos dan pupuk vermis kemudian yang non organik kami ubah menjadi pernak-pernik ataupun alat yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. setidaknya dengan apa yang kami buat, akan membuka wawasan masyarakat untuk merecycle ulang sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, sebab percayalah sampah akan sangat lama bahkan sangatsangat lama terurai ditanah. makanya untuk menjaga lesetarian alam kita perlu menguranginya atau bahkan mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.




penasaran hasil lainnya, pantengin IPB yah....


Makan Besar "Nyummy" dengan rumus Go Green IGLM 3

Makan besar ini dihelat pada hari kedua IPB Green Living movement 3, acara ini dihelat setalah acara dongeng lingkungan untuk anak-anak SD dan masyarakat sekitar yang minim kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Tidak tanggung-tanggung, dengan tema green yang diusung oleh panitia sampai-sampai makan besar ini dihelat tanpa menggunakan bahan bakar minyak ataupun kayu bakar, metode yang digunakan adalah dengan menggunakan tungku sekam, dengan materi penghasil utama panas adalah dari hasil pembakaran sekam disekitar tungku masak dan penggorengan.


Tungku sekam sendiri merupakan salah satu patent Institut Pertanian Bogor diantara banyak lagi hak patennya, dengan semangat ini menjadikan pemikiran warga terbuka dan terhipnotis sesaat kalau ternyata sekam yang selama ini mereka buang atau bahkan hanya menjadi pakan untuk ayam dan itik ternyata bisa digunakan untuk memaska dan untuk peperluan dapur sehari-hari.

(Pak Arif) "saya telah tau tentang ala ini, tapi di acar ini saya liat bagaimana proses kerjanya, ternyata cukup efisien untuk keperluan memasak."



setelah semua makanan siap, kemudian dibagikan kepada seluruh siswa yang hadir dalam acar dongeng lingkungan, mahasiswa IPB dan segenap masyarakat sekitar yang dibagikan secara cuma-cuma oleh panitia.

Ari (Ketua Panitia)
"ini merupakan bentuk sokongan kami terhadap masyarakat, bukan hanya untuk pangan semata, tetapi kami berusah merubah mindset mereka, utnuk mengolah apa yang sebenarnya masih bisa digunakan lagi."

lebih lanjut masyarak menilai ini sebagai suatu acar yang sangat tidak diduga sebelumnya,dan mendapat pengetahuan lebih dari sini, harapannya kedepannya acara masih bisa terlaksana, dan mahasiswa lebih kreatif lagi, serta lebih terbuka untuk memberi ilmu terhadap masyarakat.




Jalan Sehat dan Senam Aerobik IPB Green Living Movement 3

Event yang menjadi, kegiatan awal dalam rangkaian IPB Green Living Movement 3 ini cukup menjaring banyak perhatian masyarakat IPB dan sekitarnya, terbutki semangat itu terlihat saat diadakannya jalan sehat dengan berjalan dari depan rektorat kampus IPB menuju belakang graha widya wisuda untuk melanjutkan keaktivitas selanjutnya yaitu senam aerobik.


ratusan bahkan hampir ribuan orang berkumpul dihari minggu itu didepan rektorat berjalan dengan menyuarakan aspirasi budaya hidup sehat dan pembersihan area sekitar jalan sebagai bukti kampanye perang terhadap sampah dan budaya hidup ramah lingkungan. Udara sejak dipagi hari disertai gemuruh teriakan hidup sehat menjadi bukti pengalakan hidup sehat ala masyarakat IPB dan sekitarnya.

Tidak berhenti sampai disitu, selanjutnya acara dilanjutkan dengan senam aerobik bersama instrktur handal IPB, guna mengalakkan hidup nproporsional dan sehat, seperti untaian kata "mensana in corporisano", membangun tubuh yang kuat dan sehat sangat penting untuk jiwa raga yang bugar pula.
acara selanjutnya adalah pembagian bingkisan kepada masyarakat yang sangat aktif dalm kegiatan dan sangat mencanagkan hidup sehat serta sangat tangkas dalam senam aerobik. Rangkaian kegiatan ini dipandang sangat perlu oleh masyarakat untuk mengajak masyarakat lebih selaras dengan alam dan menjaga pola hidup teratur, sebab kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

"saya senang ada acara ini, karena saya bisa berolahraga, dan bersih-bersih sekaligus, selain itu besok ada demo masak dan makan besar, hahahaha....."

(Ibu Yati, peserta Aerobik)



Video Green Competition IPB Green Living Movement 3

Merupakan perwujudan lomba, sebagai sumbangsitas masyarakat akan kecitaan terhadap lingkungan, kompetisi ini diadakan sebagai salah satu event dalam IPB Green Living Movement 3, yang terselenggara berkat kerja sama kompas kampus dan tupperware guna mengaspirasikan budaya hidup sehat dan ramah terhadap lingkungan.







Lomba yang dihelat dengan Mahasiswa IPB sebagai panitia dan penggerak utamanya, diharapkan dapat membuka wawasan segenap mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga hidup dengan tetap mengusung gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, slogan go green yang menjadi semboyan utama seolah tidak henti-hentinya disorakkan. Pada kesempatan ini,di event ini, diadakan lomba kreatif video untuk menyukseskan budaya hidup hijau, antusiasme mahasiswa sangat terlihat pada acara ini, ada beragam video yang dikirmkan, sampai-sampai panitia harus menutup pengiriman video untuk lomba dua jam sebelum penilaian, akhirnya dinobatkanlah dua pemenang yang berhak mendapat predikata terkreatif dan tergogreen, peserta masing-masing mendapat hadiah sejumlah uang tunai dan bingkisan spesial pada malam awarding.






Kecintaan masyarakat akan lingkungan sebenarnya masih sangat besar, tergambar dari antusisasme saat acara Gren LIving dilaksanakan, mahasiswa dan masyarakat sekitar berbondong-bondong ikut dalam acara pre event sampai pasca event, tidak tanggung-tanggung panitia memberi beragam ilmu kepada masyarakat, mulai pengajaran mengolah sampah organik dan anorganik, pemberian teknik dan tata cara membuat bank sampah, membuat resapan air BIOPORI dan memngolah lahan sempit untuk lebih hijau dan menghasilkan pangan dengan teknik vertikal garden, tidak hanya itu, pengajaran terhadap anak-anak babakan, membuat anak-anak lebih sadar dan mau menjaga lingkungan mereka.


"Dongeng Lingkungan" ala IGLM 3

Fantasi menjadikan hidup lebih berwarna, lebih indah dan lebih berwarna tentunya, Dikesempatan berbahagia di event Kompas Kampus "Green Living n Youth Culture" yang diadakan kompas kampus untuk yang ketiga kali ini, Institut Pertanian Bogor membuat event yang diharapkan kedepannya bisa membentuk kreativitas dan memberi gambaran lebih baik kepada generasi pelanjut, tunas bangsa bumi pertiwi, event ini dikenal dengan nama "DOLING" atau Dongeng lingkungan, event ini diharapkan bisa mengajak anak-anak secara persuasif untuk lebih mencintai lingkungan dan menghargai apa yang diberi alam semesta untuk kehidupan kita.










Membentuk kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan memang penting, tiu menjadi pondasi bagaimana serta langkah apa yang akan diambil kedepannya, terlebih lagi langkah yang diambil kali ini di ajarkan langsung ke anak-anak, semangat serta kreativitas ini ditularkan dengan media sederhana tetapi tetap mengusung tema hijau untuk lingkungan.

Dongeng kali ini betul-betul menjadi media penular semangat untuk menjaga lingkungan, terbukti dari antusias anak-anak yang sangat heboh saat dongeng lingkungan.


"Saya sayang Lingkungan saya, saya ingin menjaga ikan-ikan laut dan macan yang ada dihutan, saya suka bermain dengan laut saya suka diajarin untuk nermain dengan sampah, dan membuat bando dari sampah, saya tidak takut kalau banyak sampah dilingkungan, sebab sudah diajari sama kakak gusti bagaimana kalau sampah bertumpuk."


(Sasha kelas 5 SDN 1 Dramaga)


"kancilnya baik hati, kura-kura juga, mereka rajin buang sampah ditempatnya, rusanya juga bisa ngajarin kita buat jaga lingkungan, makasih ya rusa."

(Alif kelas 2 SDN 2 Dramaga)


Semngat ini diharapkan terus dijaga, karena sadar ataupun tidak sadar mereka jugalah yang kelak menjadi penerus semangat menggalakkan kebersihan dan lingkungan hidup hijau.

IGLM 3 (IPB Green Living Movement 3)






Fungsi Pajak,Teori yang mendasari, dan Hukum Pajak (Function of tax, Theory and Law of Tax)

- Fungsi Pajak terdiri atas dua yaitu :

A. Fungsi Budgetair 
yaitu pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluarannya, dalam kebijakannya untuk terciptanya kepentingan dan kesejahteraan nasional

B. Fungsi Regulator
Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi



- Teori yang mendasari pemungutan pajak 
1. Teori Asuransi
Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda dan hak-haknya. Oleh karena itu rakyat harus membayar pajak yang diibaratkan sebagai suatu premi asuransi karena memperoleh jaminan perlindungan tersebut

2. Teori Kepentingan 

Pembagian beban pajak kepada rakyatnya didsarkan pada kepentingan (misalnya perlindungan) masing-masing orang. Semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara, makin tinggi pajak yang harus dibayar.

3. Teori Daya Pikul 
Beban pajak untuk semua orang harus sama beratnya, artinya pajak harus dibayar sesuai dengan daya pikul masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2 pendekatan yaitu :

-*pendekatan Objektif,dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
*pendekatan subjektif, dengan memperhatikan besarnya kebutuhan materiil yang hharus dipenuhi.

4. Teori Bakti
Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan rakyat dengan negaranya, sebagai warga negara yang berbakti, rakyat harus selalu menyadari bahwa pebayaran pajak adalah suatu kewajiban.

5. Teori Asas Daya Beli
Dasar keadilan terletak pada akibat pemungutan pajak.makudnya memungut pajak berarti menarik daya beli rumah tangga masyarakat untuk rumah tangga negara. Selanjuntnya negara akan menyalurkan kembali kemasyarakat dalam bentuk pemeliharaan kesejahteraan masyarakat dengan demikian kepentingan seluruh masyarakat lebih diutamakan..


Hukum Pajak

Ada dua macam hukm pajak :

1. Hukum pajak Materiil
mengandung norma-norma yang menerangkan antara lain keadaan,perbuatan,peristiwa,] hukum yang dikenai pajak (objek Pajak), siapa yang dikenakan pajak (subjek Pajak), berapa besar pajak yang dikenakan (tariff Pajak), segala sesuatu tentang timbul dan hapusnya utang pajak dan hubungan hukum antara pemerintah dan wajib pajak, contoh : undang-undang pajak penghasilan.

2. Hukum Pajka Formil
memuat bentuk/tata cara untuk mewujudkan hukum pajak materil menjadi kenyataan (cara melaksanakan hukum pajak materiil).


NB : Leave comment yah, untuk penyempurnaan blognya

Sejarah Dan Defenisi Pajak (History and Definition Of Tax)

Dalam Negara Demokrasi, pajak dibayar penduduk ats perseyujuannya sendiri melelui lembaga perwakilan guna membiayai pengeluaran pemerintah,demi kesejahteraan rakyat. Awalnya ini dianggap merugikan, dapat diperhatikan pada awalnya negara yang masih menganut absolut monarki, Raja Lodwijk XIV (1638-1715), pembayaran pajak mengalami mandi keringat oleh para pemberi pajak, sedangkan penguasa mandi kemewahan. Oleh sebab itu pajak pajak sebagai suatu beban menjadi pro dan kontra, yang pro adalah mereka kaum penguasa dan bangsawan, sedangkan yang kontra adalah rakyat pemikul beban.

Pajak sebagai spesies dari genus pungutan telah ada sejak Zaman Romawi 509-27 SM,dikenal dengan nama Censor, Questor. Sesudah abad ke-2 Penguasa Roma mengandalkan penghasilan negara lewat pajak tidak langsung, yaitu pungutan atas penggunaan pelabuhan.Di  Mesir saat pembangunan piramida,yang semula pengabdian sukarela menjadi paksaan baik uang,harta, benda dan tenaga. Sementara itu di Spanyol abad ke XIV dikenal Alcabala, salah satu bentuk pajak penjualan. Di Indonesia berbagai pungutan baik dalam bentuk tenaga kerja/Natura,uang,upeti telah ada sejak lama, beban semakin bertambah dengan adanya VOC 1602,kultur stelsel 1830-1870,Raffles dg Landrent dan pajak Rumah.

Salah satu bukti Indonesia ada pajak sejak semula ditemukannya prasasti di desa bojonegoro jatom 1992 (pembebasan pajak arga desa adan-adan karena telah berjasa terhadap Raja Majapahit pertama Kartarajasa Jayawardhana tahun 1311.

Pajak : Tax (inggris), import contribution,tax,droit (prancis),Steuer,abagade,gebuhr (jerman),tributo,Gravamen, tasa (spanyol), belasting (belanda).

Pajak menurut beberapa ahli 

1. Prof. Dr. Rachmat Soemitro, SH
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

2. Drs. R Agus Somawirata
Pajak adalah iuran yang ditentukan secara sepihak oleh penguasa dan pihak lain diimbangi dengan jasa istimewa untuk membayar pengeluaran negara, pemungutannya digunakan untuk kepentingan umum.

3.Prof. PJA Adriani (Guru Besar Universitas Indonesia)
Pajak adalah iuran pada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurtu peraturan-peraturan dengan tidak dapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjukkan dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum yang berhubungan dengan tugas pemerintah.




leave comment yah....

Not just Dorm

Not just Dorm, mungkin itu kata yang paling tepat untuk tempat kediaman yang menjagaku selama di tingkat persiapan bersama, anda boleh berfikir semua yang disediakannya masih kurang atau berfikir semua fasilitasnya masih jauh dari kata yang anda sebut memadai, namun perlu diketahui dorm ini bukan sekedar dorm, dorm yang bisa membuat fikiran anda yang awalnya gundah saat melihat keadaannya menjadi bangga karena pernah bertempat didalamnya, tempat yang awalnya anda sangat remehkan menjadi sesuatu yang bisa anda banggakan.


Kehadirannya mungkin oleh sebagian orang dianggap bukan apa-apa, namun nyatanya magic yang dia punya merubah mindset anda seketika saat anda telah terhanyut didalamnya. Kendatipun anda mengkerutkan dahi diawal menjadi penghuninya,ada saatnya anda mengangkat tangan anda, melebarkan senyum anda bahkan membusungkan dada anda tanda bangga pernah menjadi keluarganya.


Awalnya sama, pastinya semua berfikir untuk apa asrama ini dibangun, didalamnya ada banyak orang suku lain juga yang bahasanya tidak dimengerti dan budayanya sangat jauh daripada budayaku. Gerilya bimbangpun datang, bagaimana akan mengatasi ini, padahal harus setahun berada ditempat ini. Di kamar sebelah ada orang papua, didepan  ada orang ambon, di samping kiri kanan,sunda dan jawa yang celotehannya selalu terdengar, ironis memang bagimana bisa bekerjasama dengan mereka,sedangkan bahasa saja belum bisa menyatu, gue,aku,abdi,aing,saya,beta dan kata lainnya masih sangat abadi dalam fikiran ini ketika awal aku didormy ini.



Setahap demi setahap, sedikit demi sedikit, bahkan secangkir demi secangkir kopi  kuhabiskan dengan mereka, chemistry dan ikatan mulai terbentuk,bahkan tidak jarang aku merasa mereka sudah menjadi keluargaku, risih dari bahasa tidak lagi sedtikpun terniang ditelingaku, logat jawa dan sunda bukan lagi gangguan aku untuk mengerti apa yang mereka katakana.Bahkan keberbedaan itu  menjadi sesuatu yang sangat menarik untukku untuk memahaminya, satu persatu bahasa aku mengerti meskipun tidak sefasih orang yang memiliki bahasa ibu itu, namun aku sudah cukup bangga karena ada berbagai bahasa yang bisa kudapat dari sini,bukan hanya akademis, ikatan dan kebersamaan tapi juga kemampuan sosialku meningkat, bagaimana harusnya aku bercakap dengan orang padang, bagaimana memahami bahasa papua,bercanda dengan orang jawa, sampai menyanyi lagu-lagu jawa aku geluti.


Hanyut dalam kebersamaan, larut dalam kegembiraan dalam satu keluarga ,satu asrama dan satu jabat tangan bersama mereka.Aneh memang awalnya bagaimana aku yang bersuku asli bugis Makassar bisa bahu membahu dengan mereka yang berlainan suku,namun justru itu yang menjadi sesuatu yang sangat spesial dan tidak mungkin bisa kudapatkan jika aku berada ditempat lain.
Satu persatu sudah mengenali karakter dan kebiasaan masing-masing dan satu per satu sudah bisa menghargai budaya masing-masing,

“kalau aku tertidur bangunin yah bro ! ”

“Kalau aku tidak faham ajari yah coy”

“Nanti belajar bareng yah, banyak yang aku belum faham”

“Bantuin aku yah, nilai UTS ku rendah nih”

“bagi film dong, bosen nih”

“Minta kopi dong bro”

Banyak kata-kata lagi yang bisa menggambarkan kebersamaan itu, banyak bahasa lagi yang bisa menyatakan betapa indahnya kebersamaan diasrama kami, yang tentunya semuanya tidak kutuangkan dalam artikel ini, karena kuyakin semua yang mebaca ini punya pengalaman masing-masing diasrama, atau bahkan dari rangkaian kalimat sederhana ini tertarik merasakan tempat spesial ini. Berangkat dari dunia kebodohan akhirnya mengantarkanku kedunia cerdas yang membuka mataku betapa beragam budaya Indonesia, dan betapa indahnya kebersamaan itu,tidak sia-sia IPB membuat tempat ini.


Beragam  tata laku ada didalamnya, beragam fakultas dan disiplin ilmu berbaur, menjadikan tempat ini juga sebagai ladang menmpa ilmu tidak hanya dalam disiplin ilmu yang saya tempuh, modal kebersamaan ini kelak yang akan menyatukan dan mempersatukan kita saat berada difakultas dengan keahlian masing -masing. Semuanya akan berujar sama saat bertemu,saling tegur sapa bahkan nantinya akan saling bercerita pengalaman saat diasrama tercinta.Buta betul-betul buta orang yang tidak bisa melihat indahnya kebersamaan ini, lebih buruk lagi yang tidak merasakan rasa persaudaraan selama ditempat indah ini.

Tidak akan cukup kata untuk menggambarkan asramaku ini, tidak ada satupun kanvas yang bisa memberi lukisan bagaimana indahnya persaudaraanku dan kawan-kawanku. Akhirnya Gue,Aku,Saya,Abdi,Aing, dan Beta bermetarmofosa menjadi kata kami, Kami semua yang tergabung dalam kebersamaan ini, kami semua yang terhubung dalam persaudaraan ini.


 Terimakasih IPB yang telah menyatukanku dengan kawan-kawan terbaik ini, kuharap semua orang bisa meraskan yang sama denganku.Trust me It’s really not just Dorm…..

IPB Green Living Movement 3 (green living and youth creativity)

IPB Green Living Movement adalah tema yang diangkat mahasiswa IPB dalam lomba green campus, dan pengembangan masyarakat yang diadakan oleh Kompas, Kompas kampus dan bekerjasama dengan Tupperware, demi terciptanya lingkungan yang sehat dan ramah serta bebas dari sampah plastik, yang mana kita tau sampah plastik sangat susah terurai dalam tanah dan akan menjadi malapetaka jika penggunaannya tidak dikurangi .



Pelaksanaannya diawali dengan audisi oleh pihak kompas sendiri, lebih dari 300 kampus yang ikut audisi hanya terjaring 10 kampus saja yang berhak mendapat dana untuk ikut dalam lomba Green Living and Youth Culture



IPB yang menggunakan tema Ipb Green Living Movement dalam Lomba Green Living and youth Culture  menjadi salah satu favorit sekaligus juara bertahan dalam kompetisi ini, tahun ini juga IPB sangat diperhitungkan dalam perbutan juaranya ,IPB sendiri dua tahun belakangan sejak perlombaan ini dimulai terus menjadi yang tebaik dalam persembahan dan pengabdiannya juga dalam aplikasinya tahun 2011 IPB menjadi Terbaik pertama dari lebih 10 kampus terpilih, sedangkan ditahun 2012 sedikit merosot menjadi juara kedua, namun tahun ini para panitia IGLM 3 (IPB Green Living Movement 3) percaya cahaya kemenangan dan prestisius tertinggi akan kembali kekampus kebanggaan Kota Bogor ini.


Beberapa Event penting dan sangat ramah lingkungan diantaranya pengembangan teknik resap lingkungan sistem bipori yang merupakan salah satu paten dari Institut Pertanian Bogor, kemudian ada acara ramai makan besar untuk mahasiswa,staff juga seluruh masyarakat serta para siswa SD yang terlibat dalam event ini dengan menggunakan salah satu inovasi dan paten IPB yaitu teknologi Kompor Sekam yang tentunya memanfaatkan sekam sebagai hasil buangan penggilingan padi. Panitia kali ini benar-benar menerapkan konsep Green Living, event selanjutnya ada Green village, dimana masyarakat diajari untuk memanfaatkan lingkungan sebaik mungkin dan ada event sendiri dimana masyarakat diajarkan langsung untuk mengolah sampah, diantaranya kain perca yang disulap menjadi bando oleh para anak-anak Babakan raya, kemudian pemanfaatan sampah untuk membuat kerajinan tangan, serta pembuatan bak sampah besar untuk memisahkan sampah organik dan anorganik juga ada pemanfaatan dan pembuatan tanaman Vertical Garden di gang-gang sempit yang mana setiap eventnya dikomandoi langsung oleh pihak dan orang-orang yang dianggap mampu dibidangnya.


Sampai akhirnya pada puncak event, dengan adanya talkshow lingkungan,pembuatan saung di kampus IPB dan seminar fotografi kompas yang bekerjasama dengan tupperware, beberapa mahasiswa sangat antusias dalam event nasional ini. Malam puncak sekaligus malam donasi masyarakat IPB di suguhkan penampilan oleh penampilan band papan atas indonesia NAIF Band, penampilan ini sekaligus menutup rangkaian selebrasi dan kemeriahan pemanfaatan sampah dan budaya hidup hijau ala masyarakat IPB, kedepannya mahasiswa akan terus melanjutkan kegiatannya untuk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat yang memang menjadi ciri khas kampus ini, selain penilaian yang dilakukan oleh pihak kompas sampai bulan juni, mahasiswa IPB yang menjadi panitia event ini, memang sudah sejak lama menjadi tokoh-tokoh pengembang masyarakat yang menjadi panutan dan idola masyarakat dalam kesehariannya karena kepeduliannya dan kepiawaiannya dalam membimbing masyarakat...


semangat para greeners, mari berdo'a untuk kemenangan kampus tercinta dan terslah berkarya untuk masyarakat dan bangsa